RADARSUMEDANG.id, TANJUNGKERTA — Bulan suci Ramadhan di Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan semangat ibadah. Setiap malam, ratusan santri dan jamaah melaksanakan sholat tarawih dengan bacaan Al-Qur’an sebanyak 1,5 juz, menjadikan suasana malam Ramadhan terasa lebih hidup dan sarat makna.
Sholat tarawih tersebut secara langsung diimami oleh Pimpinan Pondok Pesantren, KH. Sa’dulloh. Dengan bacaan yang tartil, tenang, dan penuh penghayatan, beliau memimpin jamaah menyelami ayat demi ayat Al-Qur’an. Lantunan kalam Ilahi yang menggema di dalam masjid menghadirkan suasana haru, sekaligus membangkitkan semangat para santri untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an.
Pelaksanaan tarawih dengan 1,5 juz setiap malam ini menjadi bagian dari ikhtiar pesantren untuk mengkhatamkan Al-Qur’an selama Ramadhan dengan kualitas bacaan yang terjaga. Para santri tampak berdiri dengan penuh ketahanan dan kesabaran, menunjukkan kesungguhan mereka dalam beribadah. Bagi sebagian santri penghafal Al-Qur’an, momen ini juga menjadi ajang muraja’ah yang sangat berharga.
Dalam keterangannya, KH. Sa’dulloh menyampaikan bahwa Ramadhan adalah bulan pendidikan ruhani.
“Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang melatih hati agar lebih peka terhadap firman Allah. Ketika kita berdiri lama dalam sholat tarawih dan mendengarkan 1,5 juz setiap malam, sejatinya kita sedang membersihkan jiwa sedikit demi sedikit,” ungkap beliau.
Beliau juga menambahkan bahwa kebiasaan membaca Al-Qur’an dalam jumlah yang banyak bukan untuk memberatkan, melainkan untuk membiasakan.
“Al-Qur’an ini cahaya. Kalau kita jarang membukanya, hati kita akan gelap. Tapi kalau setiap malam kita basahi dengan membaca Al-Qur’an, insya Allah hati menjadi lembut, pikiran menjadi jernih, dan langkah hidup lebih terarah. Santri harus akrab dengan Al-Qur’an, bukan hanya di bulan Ramadhan, tetapi sepanjang kehidupan,” tutur KH. Sa’dulloh.
Suasana tarawih di pesantren terasa semakin khidmat ketika doa-doa dipanjatkan di penghujung rakaat witir. Banyak jamaah yang larut dalam munajat, memohon ampunan dan keberkahan di bulan yang mulia ini.
Kegiatan ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat sekitar Sukamantri, Tanjungkerta, Sumedang. Tidak sedikit warga yang turut hadir untuk merasakan kekhusyukan sholat tarawih dengan bacaan panjang yang dipimpin langsung oleh pimpinan pesantren.
Dengan semangat istiqamah dan kecintaan terhadap Al-Qur’an, Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah berharap Ramadhan tahun ini menjadi momentum penguatan iman, peningkatan kualitas ibadah, serta lahirnya generasi Qur’ani yang kokoh akhlaknya dan luas ilmunya.
Ramadhan di Al-Hikamussalafiyyah bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi sebuah perjalanan ruhani, malam-malam panjang yang diterangi ayat-ayat suci, dipimpin oleh seorang guru yang menuntun dengan keteladanan dan doa.(rik)







